ChemistDream: Desember 2021

Mengenai Saya

Foto saya
Hello I'm Nita Natya I'm Just a dreamer who trying to relize a dream "The power to belive in yourself"

Rabu, 08 Desember 2021

Sistem Manajemen mutu ISO 9001 Versi 2015

 Sistem Manajemen mutu ISO 9001 Versi 2015

Dua faktor dominan penentu suksesnya perusahaan :

1. Dominan faktor orang

Arahan dari pimpinan membawa perusahaan menjadi sukses

Kendala : Jika arahan dilakukan tanpa disertai dengan pembakuan sistem, ketika pimpinan diganti, maka arahan bisa berubah dan bisa mengakibatkan ketidak stabilan pada perusahaan

2. Dominan faktor sistem

Perusahaan telah memiliki sistem yang baik sehingga operasional perusahaan bisa berjalan dengan konsisten. Pimpinan baru akan meneruskan kebijakan yang telah dituangkan kedalam sistem Plus melakukan peningkatan sistem dan membakukannya kembali.

 

Improvement tanpa pembakuan pada sistem manajemen

1.Potensi problem : Output baik yang pernah dicapai dikhawatirkan tidak bersifat permanen, karena tidak distandarisasi , ganti pimpinan bisa berakibat pada pergantian sistem.

Ada Potensi terjadi penurunan performa karena tidak ada standar yang mengharuskan karyawan mengikuti sistem yang sudah diperbaiki

 

Penerapan ISO 9001 yang efektif sangat dipengaruhi oleh cara anda membentuk sistem

Fondasi sistem bukan dari ISO 9001, tetapi berdasarkan kebutuhan proses diperusahaan

ISO9000 adalah standar sistem mutu universal (bukan standar produk) yang diakui hampir semua negara didunia,termasuk Indonesia.

ISO9000 merupakan daftar periksa dari fungsi,kebijakan dan aturan yang diterbitkan oleh The International Organization for Standardization, Jenewa, Swiss.

Daftar tersebut ditujukan untuk menjamin konsistensi mutu produk. Perusahaan yang diuji dan memenuhi standar ISO 9000 akan menerima sertifikat. Standar ini sangat umum dan dapat diterapkan disemua jenis organisasi; baik manufaktur dan jasa,BUMN dan swasta,perusahaan kecil maupun multinasional.

ISO 9000 is a universal quality management system standard (not product standard) endorsed by the International Organization for Standardization in Geneva, Swiss. The standard is general enough to apply to every type of organization: manufacturing and service, public sector and private, entrepreneurship and multinational or local.


Tujuan ISO 9001

BEBERAPA PEMAHAMAN TUJUAN YANG KELIRU

1. Beberapa orang memahami ISO 9001 hanya sebagai marketing tools, bukan sebagai alat untuk improvement

2. Paradigma bahwa ISO 9001 hanya mengurusi dokumen : membuat manual, prosedur, instruksi kerja, form

3. Manajemen sangat peduli terhadap business plan. Karena banyak yang berpikiran ISO 9001 hanya bersifat dokumen, maka tidak bisa memenuhi kebutuhan Manajemen.

 Karakter

1.Berorientasi pada kepuasan pelanggan

2.Produk dituntut untuk memenuhi persyaratan pelanggan

3.Pendekatan proses(process approach)

4.Memperhatikan semua aspek yang mempengaruhi mutu

5.Mendorong perbaikan terus menerus

6.Kompatibel dengan standar sistem manajemen yang lain

 

Benefit

Dokumentasi lebih baik

Pengendalian mutu lebih teratur

Koordinasi kerja lebih baik

Ketidaksesuaian terdeteksi lebih awal

Konsistensi mutu terjaga

Kepercayaan pelanggan meningkat

Peluang perbaikan lebih banyak

 

7 Prinsip  = CLEPIER

Customer Focus

Leadership

Engagement People

Process Approach

Improvement

Evidence-based decision making

Relationship management

 


Rincian ISO 9001-2015

1.    Ruang Lingkup (Scope)

2.    Acuan yang mengatur (Normative Reference)

3.    Istilah dan definisi (Terms and definitions)

4.    Konteks Organisasi (Context of the organisation

5.    Kepemimpinan (Leadership)

6.    Perencanaan (Planning)

7.    Pendukung (Support)

8.    Operasi (Operation)

9.    Evaluasi Kinerja (Performance Evaluation)

10.    Perbaikan (Improvement)

 

Rincian ISO 9001-2015 (Yang akan dibahas)

ISO 9001:2015

4. Context of the Organization

5. Leadership

7. Support

8. Operation

6. Planning

9. Performance Evaluation

10. Improvement

 

4. Context of the Organization

4.1 Memahami organisasi dan Konteksnya

4.2 Memahami Kebutuhan dan Harapan Pihak Berkepentingan

4.3 Menentukan Lingkup Sistem Manajemen Mutu

4.4 Sistem Manajemen Mutu dan Prosesnya

 

4. Konteks Organisasi (Aplikasi)

1. Organisasi harus memahami dan menentukan Isu Internal dan Eksternal yang relevan dengan tujuan dan arahan strategy perusahaan (Menggunakan metode SWOT).

2. Memahami kebutuhan dan harapan pihak berkepentingan (Vendor, Bank, Pemerintah dalam hal import=beacukai)

3. Menetapkan ruang lingkup sistem manajemen mutu

4. Menentukan proses yang diperlukan termasuk pengendalian RESIKO didalamnya.




LEADERSHIP/KEPEMIMPINAN

5.1Kepemimpinan dan Komitmen

5.1.1 Umum

5.1.2 Fokus Pada Pelanggan

5.2Kebijakan

5.2.1 Menetapkan Kebijakan Mutu

5.2.2 Mengkomunikasikan Kebijakan Mutu

5.3 Peran dalam Organisasi, Tanggung Jawab dan Kewenangan Organisasi

 

5. Leadership (APLIKASI)

1. Menetapkan dan mengkomunikasikan kebijakan mutu dan sasaran mutu

2. Menetapkan tanggungjawab dan wewenang

3. Mempromosikan penggunaan pendekatan proses dan pemikiran berbasis resiko

4. Memastikan bahwa sumberdaya yang dibutuhkan tersedia

5. Fokus pada peningkatan kepuasan pelanggan

6. Implementasi persyaratan pelanggan serta peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

 

Contoh Kasus :

PT.XXXX berkomitmen dalam rangka menghadapi perkembangan ekonomi dan globalisasi, PT.XXXX sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang alat-alat pertukangan, berkomitmen:

Meningkatkan kepuasan pelanggan dengan meningkatkan jaminan mutu produk.

Memberikan informasi dan mengadakan pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan sehingga mampu meningkatkan SDM yang berkualifikasi dan berkualitas.

Melakukan perbaikan dan meningkatkan kinerjamutu secara berkesinambungan dengan sasaran dan target yang selalu dievaluasi sehingga mampu menciptakan hasil yang maksimal.

 

6. Planning/ Perencanaan

6.1Tindakan untuk Mengatasi Resiko dan Peluang

6.1.1 Menentukan Resiko dan Peluang

6.1.2 Perencanaan Tindak Lanjut Resiko dan Peluang

6.2 Sasaran Mutu dan Perencanaan untuk mencapainya

6.3 Perencanaan Perubahan


6. Planning (APLIKASI)

1. Organisasi harus mengidentifikasi resiko dan peluang yang ditentukan

2. Merencanakan Tindakan dan menerapkan tindakan kedalam proses

3. Mengevaluasi keefektifan tindakan

4. Menentukan Sasaran Mutu dan Perencanaan untuk mencapainya

5. Perencanaan Perubahan harus dilakukan secara terencana

 

7. Support

7.1 SumberDaya

7.1.1 SumberDayaInternal danEksternal

7.1.2 SumberDayaManusia

7.1.3 Infrastruktur

7.1.4 LingkunganuntukProsesOperasi

7.1.5 PemeriksaandanPengukuranSumberDaya

7.1.5.1 Umum

7.1.5.2 KetertelusuranPengukuran

7.1.6 PengetahuantentangOrganisasi

7.2 Kompetensi

7.3 Kesadaran

7.4 Komunikasi

7.5 InformasiTerdokumentasi

 

7. Support(APLIKASI)

1. Organisasi harus menentukan dan menyediakan sumberdaya yang diperlukan untuk menetapkan,menerapkan,memelihara dan meningkatkan sistem manajemen mutu yang efektif dan untuk operasi serta pengendalian prosesnya (MPP untuk keperluan ManPower, daftar asset untuk infrastruktur termasuk di dalamnya IT dan sumber daya transportasi

2. Menyediakan lingkungan operasi yang sosial (nondiskriminasi, tenang, bebas dari kekerasan fisik), psikologis (perlindungan emosional) dan fisik (suhu, panas, bersih, aliran udara, tidak bising).

3. Kalibrasi dan verifikasi alat ukur

4. Menetapkan kompetensi yang dibutuhkan (pendidikan, pelatihan dan pengalaman)

5. Menetapkan komunikasi Internal dan Eksternal

6. Memastikan semua dokumen terdistribusi relevan disemua bagian (SOP, WI dan Formulir Kerja)

 

8.Operation

8.1. Perencanaan dan Pengendalian Operasional

8.2 Persyaratan Produk dan Jasa

8.2.1 Komunikasi Pelanggan

8.2.2 Penetapan Persyaratan terkait Barang dan Jasa

8.2.3 Tinjauan Persyaratan yang Berkaitan dengan Barang dan Jasa

8.2.4 Perubahan Persyaratan Produk dan Jasa

8.3 Desain dan Pengembangan Produk dan Jasa

8.4 Pengendalian Penyediaan Barang dan Jasa Eksternal

8.4.1 Umum

8.4.2 Jenis dan Jangkauan Pengendalian

8.4.3 Informasi bagi Penyedia Eksternal

8.5 Produk dan Penyediaan Jasa

8.5.1 Pengendalian Produksi dan Penyediaan Barang

8.5.2 Identifikasi dan Mampu Telusur

8.5.3 Properti milik pelanggan atau penyedia eksternal

8.5.4 Pemeliharaan

8.5.5 Kegiatan Pasca Pengiriman

8.5.6 Pengendalian Perubahan

8.6 Pelepasan Barang dan Jasa

8.7 Pengendalian Hasil yang tidak Sesuai

 

 

8. Operation (APLIKASI)

 

1. Menetapkan tahapan disetiap area (prosedur,wi,kebijakan,dll)

2. Mengendalikan keluhan dari pelanggan

3. Memastikan persyaratan pelanggan terpenuhi (Qty, Spesifikasi, Estimasi Delivery)

4. Memastikan kontrol terhadap kontrak2x dengan pelanggan terlaksana dan terpenuhi

5. Melakukan pengendalian terhadap supplier/vendor/outsourcing

6. Memastikan semua informasi yang diperlukan oloeh supplier/vendor/outsourcing diketahui dengan baik oleh mereka

7. Melakukan pengendalian Produksi (dari awal kirim barang dari supplier hingga customer terima barang, serta penanganan aftersales terhadap produk tersebut terkontrol dengan baik)

8. Mampu melakukan telusur data terhadap produk

9. Mengidentifikasi , verifikasi dan perlindungan barang miliki pelanggan dan Penyedia Eksternal

10. Melakukan pemeliharaan Produk dengan baik (identifikasi, penanganan, pengendalian kontaminasi, pengemasan, penyimpanan, transmisi/transportasi dan perlindungan) serta pengendalian tidak sesuai terhadap produk

11. Melakukan kontorl terhadap aftersales (garansi, layanan tambahan, dll)

12. Melakukan pengendalian terhadap perubahan

 

9. Performance Evaluation

9.1 Pemantauan, pengukuran, analisis dan evaluasi

9.1.1 Umum

9.1.2 Kepuasan Pelanggan

9.1.3 Evaluasi dan Analysis

9.2 Audit Internal

9.3 Tinjauan Manajemen

 

9. Performance Evaluation (APLIKASI)

1. Melakukan evaluasi kinerja perusahaan (menetapkan waktu, ukuran, metode evaluasi serta analisa)

2. Melakukan evaluasi Kepuasan Pelanggan (Indeks Kepuasan Pelanggan/ Customer Satisfaction Index)

3. Melakukan Audit Internal secara berkala

4. Melakukan rapat tinjauan Manajemen

 

 10.     Improvement

10.1 Umum

10.2 Ketidaksesuaian dan Tindakan Korektif

10.3 Peningkatan Berkelanjutan

10. Improvement (APLIKASI)

1. Melakukan perbaikan secara berkelanjutan terhadap produk dan pelayanan.

2. Melakukan Corrective Action terhadap ketidaksesuaian yang terjadi.

3. Melakukan Analisa terhadap semua hasil perbaikan yang telah dilakukan.

 

 Nita Natya

sumber dari pelatihan ISO 90011 : 2015 Yang saya lakukan

 

 

 

Occupational Health, Safety & Environment Awareness

 

Occupational Health, Safety & Environment Awareness

HSE Awareness:

Kesadaran yang harus dimiliki oleh setiap pekerja agar selalu waspada terhadap potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan di lingkungan kerja.

Berbagai macam bahaya dapat terkandung dalam pekerjaan sehari-hari

• Bila bahaya-bahaya dimaksud tidak mampu diidentifikasi, dapat berakibat kerugian (LO$$) seperti:

f Cidera pada manusia (atau bahkan kematian), f Kerusakan aset perusahaan termasuk fasilitas kerja dan f Kerusakan lingkungan (lingkungan hidup maupun lingkungan sosial)

• “SHE Awareness” merupakan dasar dalam proses pencegahan kerugian








Insiden di Industri

Exxon Valdez• Alaska, 24 Maret 1989

• Kapal Tanker menumpahkan lebih dari 250.000 barel minyak mentah, menutupi 28.000 km2 wilayah laut

• Total biaya (pembersihan, denda) sampai dengan US$ 4,3 miliar dan kerusakan lingkungan yang ekstensif




BP Macondo Blow out

  Gulf of Mexico, 20 April 2010

• Blow out pada saat pemboran sumur diikuti dengan ledakan dan terbakarnya rig Deep Water Horizon

  11 orang meninggal, 4,9 juta barrel spill

• Total biaya (pembersihan, denda) mencapai US$ 42,2 miliar (s/d 2013)

Blow out Lagan Deep #1

• Lagan, 13 Sptember 2011

• Sumur eksplorasi Lagan Deep   mengalami blow out dan semingu kemudian rig Antareja #8 tumbang

Kebakaran tank cleaning Kaji Station

•  Rimau, 29 Maret 2010

•  Terjadi kebakaran dan ledakan peralatan pembersihan sludge tank di dalam stasiun

•  Kerugian US$ 488.700


2. Regulasi tentang HSE

Undang-undang No : 1 Tahun 1970

•   Tentang Keselamatan Kerja

•   Lembaran Negara No. 1 Tahun 1970

• (Tambahan Lembaran Negara No. 1918)

Permenaker No. 13/Men/X/2011:

• Nilai Ambang Batas faktor Fisika dan Kimia di tempat kerja

Kepmenkes 1405/2002:

• Persyaratan Kesehatan Lingkungan    Kerja perkantoran dan industri

UU No 32 Tahun 2009

• Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

UU No. 1/1970 ttg Keselamatan Kerja

Apa yang diatur ?

• Syarat-syarat Keselamatan Kerja

• Pengawasan

• Pembinaan

• Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja

• Kecelakaan

• Kewajiban dan Hak Kerja

• Kewajiban Bila Memasuki Tempat Kerja

• Kewajiban Pengurus

• Ketentuan-kententuan Penutup

Pelanggaran terhadap peraturan ini diancam dengan hukuman kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 100.000,- (Seratus ribu rupiah).


PerMenaker No: 13/Men/X/2011

Apa yang diatur ?

• Tenaga kerja : pekerja, pengurus , pengawas, pemberi kerja dan pengusaha

• Tempat Kerja

• Faktor Lingkungan Kerja

• Nilai Ambang Batas faktor fisika dan kimia di Tempat kerja

• Iklim Kerja, Kebisingan, Vibrasi di tempat kerja

• Radiasi frekwensi radio dan ultraviolet

 

KepMenKes No: 1405/2002

Apa yang diatur ?

Persyaratan dan tata cara :

• Air Bersih

• Udara Ruangan

• Limbah

• Pencahayaan , Kebisingan, Getaran dan Radiasi di Ruangan

• Vektor Penyakit

• Ruang dan Bangunan

• Toilet

• Instalasi

 

UU No: 32/2009 ttg/ Lingkungan Hidup

Mengapa disusun?

• Mencegah eksploitasi SDA berlebihan

• Menjawab permasalahan lingkungan

• Mempertegas penegakan hukum

• UU yang ada belum efektif

Apa yang ditekankan?

• Penguatan prinsip-prinsip perlindungan

• Memperkuat pengaturan penegakan hukum

• Mekanisme sanksi administrasi yang lebih jelas dan berjenjang

 

Perbedaan dengan UU sebelumnya?

Definisi pencemaran :

• UU 23/1997 : menyebabkan lingkungan rusak

• UU 32/2009 : melampaui baku mutu

 

Sanksi Berat untuk Pencemaran LH


Kejahatan Korporasi

Sanksi dikenakan kepada:

Tingkatan Kejadian Yang Memerlukan Pelaporan


Faktor Kesehatan Pekerja

Internal

• Hereditas / Keturunan

• Perilaku

Eksternal

• Lingkungan kerja

• Fasilitas Kesehatan

Jika dampak safety cenderung langsung maka masalah Kesehatan biasanya baru dirasakan dampaknya setelah bertahun-tahun atau bersifat KRONIS

 

Jenis Bahaya di Lingkungan Kerja

·       Fisika

·       Kimia

·       Biologi

·       Psikososial

·       Ergonomi


Bahaya Fisika


Bahaya Kimia


Bahaya Biologi

PSIKOSOSIAL

Berada pada lingkungan yang dibatasi, hubungan kerja antar entitas di kantor, rutinitas yang monoton, serta tekanan dalam pekerjaan menyebabkan risiko terhadap kondisi psikologis.









ERGONOMI
















Nita Natya :)


Sistem Manajemen mutu ISO 9001 Versi 2015

  Sistem Manajemen mutu ISO 9001 Versi 2015 Dua faktor dominan penentu suksesnya perusahaan : 1. Dominan faktor orang Arahan dari pimpinan m...